kamera DSLR terbaik bagi pemula

5 Kamera DSLR Terbaik 2017 – Bagi Pemula


Kamera DSLR tidak selalu diperuntukkan bagi para fotografer profesional. Para produsen kamera melakukan banyak terobosan agar DSLR dapat menembus pasar fotografer pemula.

Kamera DSLR Terbaik Bagi Pemula

Seperti diketahui, kamera yang diperuntukkan bagi fotografer pemula tidaklah secanggih kamera bagi mereka yang sudah profesional. Lantas apa solusinya bagi para pemula yang ingin “naik kelas” menjadi profesional tanpa harus menghamburkan uang demikian banyak demi kamera baru?

Maka dari itu, berikut ini beberapa kamera yang masuk ke dalam daftar kami, 5 kamera DSLR terbaik 2017 bagi pemula.

 
Desain
Fitur
Performa
Kualitas Gambar
Penilaian Umum
 
Nikon D3300
7
7
8
8
Best cheap DSLR Harga
Nikon D3400
7
7
8
8
Best cheap current-model DSLR Harga
Nikon D5300
8
9
8
8
Best general purpose DSLR Harga
Nikon D5500
8
8
8
8
Best compact DSLR Harga
Canon EOS Rebel T6i/750D
8
8
8
7
Best value current-model DSLR Harga

1. Nikon D3300 – Best Cheap DSLR

Nikon D3300 - Kamera DSLR terbaik bagi pemulaNikon D3300 - Kamera DSLR terbaik bagi pemula

Salah satu kamera DSLR yang ditawarkan untuk para pemula adalah Nikon D3300. Kamera DSLR kelas entry level ini dirilis pada tanggal 7 Januari 2014. Jadi belum layak apabila dikatakan uzur atau terlampau ketinggalan zaman.

Nikon D3300 merupakan seri lanjutan dari Nikon D3100 dan D3200, yang merupakan pendahulunya. Tentunya, Nikon D3300 ini dilengkapi dengan sejumlah fitur dan kepintaran lain dibandingkan para “seniornya” tersebut, yakni D3100 dan D3200.

Kendati dilengkapi dengan berbagai fitur dan segudang kecanggihan, sebagai kamera yang diperuntukkan bagi pemula, Nikon D3300 tidak cocok bagi profesional.

Kualitas GambarFitur dan PerformaDesain
Meski dinilai lebih baik, perbedaan antara Nikon D3300 dengan Nikon D3200 mungkin tidak begitu menonjol. Secara fisik, bentuk keduanya nyaris sama. Yang membedakan adalah fitur-fitur di dalamnya. Kualitas gambar Nikon D3300 pastilah lebih baik dibandingkan Nikon D3200.

Sebagaimana diketahui, foto adalah elemen terpenting bagi sebuah kamera. Tidak dimungkiri banyak orang yang rela merogoh saku lebih dalam untuk membeli sebuah kamera yang dapat menghasilkan foto dengan kualitas terbaik. Begitu pula dengan Nikon D3300 yang telah meng-upgrade diri sehingga memiliki kualitas foto yang lebih baik dibandingkan Nikon D3200.

Berbeda dengan pendahulunya, Nikon D3300 dilengkapi dengan CMOS Sensor DX Format sebesar 24-megapixel yang didukung pula oleh ukuran fisik sensor yang mencapai besar 23.2 x 15.4 mm CMOS.

Besarnya sensor yang dimiliki oleh Nikon D3300 tentunya sangat berpengaruh bagi kualitas foto yang dihasilkan. Gambar hasil jepretan Nikon D3300 akan terlihat lebih tajam, lebih lebih jelas, dan warna yang ditimbulkan akan terlihat lebih natural dan bersih.

Dengan sensor demikian, Nikon D3300 dapat menghasilkan output dengan resolusi 6080 x 4020 pixel. Hal tersebut menjadikan Nikon D3300 diklaim dapat menghasilkan kualitas foto yang baik pada kelasnya.

Nikon D3300 sudah dilengkapi dengan mesin prosesor terbaru jenis EXPEED-4. Prosesor tersebut sama dengan yang terdapat pada kamera Nikon D5300. Dengan prosesor terbaru EXPEED-4, DSLR ini mampu melakukan pengambilan gambar secara berkelanjutan dengan cepat (high-speed continuous shooting) hingga 5.1 frame per-second. Dengan kata lain, penggunanya dapat mengabadikan momen secara cepat dan tetap menghasilkan foto dengan kualitas jempolan, meski objek bidikannya sedang bergerak cepat.

Soal kepekaan cahaya, Nikon D3300 memiliki ISO yang standar seperti kamera DSLR pada umumnya. ISO pada Nikon D3300 dimulai pada angka 100 sampai dengan 12800. Meski begitu, pada situasi tertentu, Anda bisa meng-upgrade ISO hingga angka mencapai 25600. Namun demikian, hal tersebut tentunya kurang disarankan. Karena ISO dengan gambar bersih hanya mencapai angka 1600. Selebihnya, foto yang dihasilkan akan mengalami noise yang berlebihan. Selain itu, Nikon menganggap D3300 sebagai kamera DSLR pertama dengan mode easy panorama.

Fitur lainnya yang terdapat pada kamera Nikon D3300 adalah Active D-Lighting. Fungsi Active D-Lighting tidak lain untuk mengontrol shadow atau highlight. Hal tersebut lah yang menjadikan foto yang dihasilkan oleh Nikon D3300 tetap terlihat baik dan jelas. Sedangkan untuk titik fokus, Nikon D3300 masih menggunakan 11 point.  Padahal, kamera Nikon dengan seri D7100 sudah memiliki 51 point.

Nikon D3300, layaknya kamera DSLR keluaran terbaru, pastilah memiliki mode video. Jadi, kamera Nikon D3300 tidak hanya diperuntukkan bagi fotografer saja. Kamera ini memberikan pilihan pula bagi para videografer, yang tentunya sama-sama dalam kelas pemula.

Meski fitur video yang ditawarkan oleh Nikon D3300 diperuntukkan bagi kelas pemula, output yang dihasilkan dapat disandingkan dengan kualitas video kamera kelas profesional. Nikon D3300 dianggap sebagai kamera DSLR kelas pemula dengan kemampuan merekam video yang sangat baik. Dengan prosesor EXPEED-4 yang dimilikinya, Nikon D3300 dapat merekam video dengan kualitas High Definition (HD) sebesar 1080p. Kecepatan yang dimilkinya dalam merekam video tidak tanggung-tanggung, yaitu mencapai 30 frame per-second. Fitur ini tentunya sangat canggih bagi kamera kelas pemula.

Dalam pengambilan video, Anda tidak perlu repot-repot mengatur fokus, karena pada kamera ini terdapat fitur Auto-Focus penuh. Terlebih, Nikon D3300 dilengkapi dengan jack mikrofon eksternal stereo. Sehingga video yang dihasilkan, bisa dibarengi dengan kualitas suara yang baik pula.

Berbicara soal kamera DSLR, tentunya tidak bisa dipisahkan pula dengan persoalan desain. Secara fisik, Nikon D3300 memang tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan pendahulunya, Nikon D3200, dan Nikon D3100. Yang membedakan hanyalah nomor seri dan beberapa tombol saja.

Ukuran bodi Nikon D3300 kira-kira berkisar pada angka 124 x 98 x 76 mm. Dengan berat sekitar 450 g, bersamaan dengan pemasangan baterai dan kartu memori. Hal tersebut menjadikan Nikon D3300 relatif ringan dan efisien untuk dibawa-bawa.

Bagian belakang bodi Nikon D3300 dilengkapi dengan layar LCD berspesifikasi Exquisite 3-inch 921,000 dots, serta aspek rasio 4:3. Kemudian, terdapat pula tombol-tombol fitur standar yang meliputi tombol navigasi, delete, continous burst, live view, Play, Menu, Zoom in dan Zoom out, Bracketing serta dial serba guna bagi pengaturan Shutter Speed serta Aperture.

Bahan utama yang digunakan oleh Nikon D3300 adalah magnesium alloy. Bahan ini diklaim lebih baik dan kuat dibandingkan plastik. Oleh karena itu, Nikon D3300 dinilai cukup kuat terhadap benturan.

Perihal lensa, Nikon D3300 kompatibel dengan berbagai lensa Nikon dengan kode AF-S atau lensa third party dengan fitur built in motor. Meski begitu, Nikon D3300 memiliki lensa standar bawaan 18-55 mm yang lengkap dengan fitur vibration reduction versi III.

Pros
  • Kamera DSLR pertama dengan mode easy panorama
  • Dapat merekam video dengan kualitas High Definition (HD) sebesar 1080p
  • Relatif ringan dan efisien untuk dibawa-bawa
  • Harga terjangkau
Cons
  • Masih menggunakan 11 point untuk titik fokus
  • Fitur konektivitas nirkabel belum ada (Opsional via WU-1a)
Dengan harga yang terbilang murah, Anda dapat merasakan sensasi membekukan momen dengan kamera terbaik. Dengan segala fitur dan kecanggihan yang ditawarkan oleh Nikon D3300, kamera DSLR ini layak dianggap sebagai salah satu kamera terbaik di kelasnya.

2. Nikon D3400 – Best Cheap Current-model DSLR

Nikon D3400 - Kamera DSLR terbaik bagi pemulaNikon D3400 - Kamera DSLR terbaik bagi pemula

Keluhan yang seringkali terlontar dari mulut para fotografer pemula adalah mahalnya harga sebuah kamera. Bagi para fotografer pemula, kamera DSLR sangat lazim digunakan. Karena dengan kamera DSLR, para fotografer dapat mengoptimalkan segala fitur dan komponen yang berguna demi menghasilkan sebuah karya yang berkelas. Tidak dapat dimungkiri, selain kepiawaian sang fotografer, faktor kamera pun berpengaruh pada karya yang dihasilkan.

Nikon mempunyai jawabannya. Produsen penghasil gawai kamera ini tidak pernah kehabisan ide untuk memenuhi kebutuhan para fotografer. Setelah sukses dengan Nikon D3300 yang laris manis di pasaran, Nikon mengeluarkan kamera DSLR lanjutannya, yaitu Nikon D3400.

Kualitas GambarFitur dan PerformaDesain

Pada dasarnya, fitur dan teknologi yang digunakan pada Nikon D3400 tidak berbeda secara signifikan dengan pendahulunya, Nikon D3300. Kedua tipe kamera Nikon ini menggunakan prosesor yang sama, yaitu 24.2 Mega-Pixel APS-C CMOS sensor, dan EXPEED-4 image processor. Dengan ukuran fisik sensor yang mencapai besar 23.2 x 15.4 mm CMOS.

Masih sama dengan pendahulunya, Nikon D3400 juga memiliki titik fokus sebanyak 11 points, dan mampu melakukan pengambilan gambar secara berkelanjutan dengan cepat (high-speed continuous shooting) hingga 5.1 frame per-second. Jadi, Nikon D3400 sangat cocok bagi para penggemar fotografi yang mengutamakan momen. Karena, dengan jepretan yang demikian cepat, Anda tidak akan pernah melewatkan momen untuk “dibekukan”.

Lantas bagaimana dengan kualitas gambar yang dihasilkan oleh Nikon D3400? Hal tersebut tidak perlu diragukan lagi. Dengan mesin prosesor yang demikian canggih, Nikon D3400 dapat menghasilkan foto dengan ukuran maksimal 6000 x 4000 Mega-Pixel. Dengan ukuran pixel yang demikian besar, foto yang dihasilkan oleh Nikon D3400 tidak akan pecah meskipun dilakukan pembesaran beberapa kali.

Nikon D3400 memiliki sensitifitas cahaya yang terbilang tinggi. ISO yang terdapat pada kamera Nikon D3400 dimulai dari angka 100 hingga 25600. Dengan kata lain, kamera ini sangat cocok digunakan dalam kondisi yang minim cahaya sekalipun. Kendati demikian, penggunaan ISO yang terlampau tinggi akan berpengaruh pada kualitas foto yang dihasilkan.

Foto yang dihasilkan oleh Nikon D3400 sangatlah baik berkat lensa NIKKOR yang digunakannya. Gambar yang Anda hasilkan menggunakan kamera ini akan terasa sangat hidup dengan warna yang tegas. Berbeda dengan pendahulunya, kamera DSLR Nikon D3400 ini tersedia dalam dua pilihan lensa. Lensa meliputi AF-P DX NIKKOR 18-55mm f/3.5-5.6G VR dan AF-P DX NIKKOR 70-300mm f/4.5-6.3G ED. Kendati lensa pilihan kedua mengharuskan Anda mengeluarkan biaya ekstra, namun foto yang dihasilkan tidak akan mengecewakan. Meski begitu, lensa kit yang diberikan oleh Nikon D3400 adalah lensa NIKKOR 18-55mm.

Pengembangan lensa kit ini dinilai oleh banyak kalangan sebagai inovasi yang cukup baik. Karena, auto-focus yang terdapat di dalamnya, sangatlah halus. Sehingga tidak akan berisik ketika melakukan pengambilan gambar atau video. Terlebih, lensa NIKKOR 70-300mm f/4.5-6.3 dirasa cukup ringkas, namun sangat membantu ketika membutuhkan pengambilan gambar dari jarak jauh.

Perbedaan yang cukup signifikan antara Nikon D3400 dengan Nikon D3300 adalah pada beberapa fitur tambahan. Di antaranya adalah pada daya tahan baterai. Nikon D3400 memiliki daya tahan baterai sebanyak 1.200 foto dalam sekali pengisian daya. Berbeda jauh dengan Nikon D3300 yang hanya mampu menghasilkan 700 foto dalam sekali pengisian daya.

Selain perbedaan pada baterai, Nikon rupanya mengerti betul kebutuhan para fotografer di era sekarang. Kini, foto menjadi hal yang wajib setelah maraknya penggunaan sosial media. Kebutuhan mengunggah foto ke sosial media dengan cepat ini menjadi salah satu kelebihan Nikon D3400. Karena kamera ini, dilengkapi oleh fitur SnapBridge. Fitur SnapBridge memungkinkan kamera terkoneksi dengan perangkat mobile melalui Bluetooth Low Energy (BLE).  Dengan fitur SnapBridge, para fotografer tidak perlu lagi repot-repot membongkar kartu memori atau membutuhkan komputer/laptop untuk memindahkan foto pada ponsel. Anda dapat menggugah momen yang baru saja terjadi, tanpa harus menunggu lama. Hal tersebut menjadikan Nikon D3400 dianggap sebagai kamera yang lengkap dalam kelas entrylevel.

Dalam hal mengambil video, Nikon D3400 tidak kalah dari pendahulunya. Nikon D3400 mampu merekam video dengan kualitas Full HD 1080p/60p yang mengesankan. Dengan  kata lain, Nikon D3400 dapat merekam gambar dengan kecepatan 60fps.

Selain itu, Nikon D3400 juga dilengkap dengan mesin auto-focus tercanggih yang sangat halus. Format video yang ditawarkan yakni MPEG-4 dan H-264. Dengan Nikon D3400, para videografer tidak perlu lagi bingung memilih kamera yang cocok dalam pembuatan video.

Fitur terbaik yang bisa ditemukan pada kamera Nikon D3400 adalah software Guide Mode. Software ini akan memberikan panduan mengenai pengaturan yang dirasa paling baik ketika mengambil gambar dalam kondisi tertentu. Hal tersebut menjadikan fotografer pemula dapat mengetahui teknik-teknik yang diperlukan dalam mengambil gambar yang lebih kompleks dan profesional.

Sayangnya, ada fitur yang dikurangi pada Nikon D3400 ini. Yakni port external mic yang dapat memudahkan videografer untuk memantau audio, yang sebelumnya terdapat pada kamera Nikon D3300. Fitur lainnya dari Nikon D3300 yang tidak diikutkan pada kamera ini adalah ultrasonic sensor cleaning.

Dalam urusan penampilan, Nikon D3400 tidak jauh berbeda dengan pendahulunya. LCD yang digunakan masih berspesifikasi 3-inch/7.5 cm dengan 921.000 dots, serta aspek rasio 4:3. Dengan layar LCD yang demikian canggih, para fotografer tidak perlu kerepotan dalam me-review hasil foto yang baru saja dijepretnya.

Ukuran dari kamera Nikon D3400 ini sama sekali tidak berbeda dengan kamera pendahulunya, Nikon D3300. Dimensi pada Nikon D3400 adalah 124 x 98 x 76 mm dengan berat sekira 450 g. Selain itu, tombol dan fungsi-fungsi fisiknya hampir sama dengan Nikon D3300.

Pros
  • Daya tahan baterai cukup awet hinggga 1.200 foto
  • Fitur SnapBridge memungkinkan kamera terkoneksi dengan perangkat mobile melalui Bluetooth Low Energy (BLE)
Cons
  • Masih menggunakan 11 point untuk titik fokus
  • Port external mic telah dihilangkan

Meskipun terdapat beberapa kelebihan pada Nikon D3400, kamera ini dinilai tidak jauh berbeda dengan Nikon D3300. Nikon agaknya masih betah dengan teknologi-teknologi konservatifnya. Yaitu menggunakan komponen-komponen dan fitur lama, lalu hanya menambahkan sedikit saja fitur baru. Meski begitu, Nikon cukup cerdas dengan menyematkan fitur SnapBridge untuk zaman sekarang yang sangat mengedepankan konektivitas dengan sosial media.

Kendati dinilai tidak jauh berbeda dengan Nikon D3300, Nikon D3400 ini lebih mendekati kamera DSLR profesional. Berbagai kemudahannya bisa menjadi solusi bagi para fotografer pemula yang seringkali dibingungkan untuk memilih kamera ketika ingin beralih ke dunia yang lebih profesional. D3400 dapat disandingkan dengan kamera DSLR semi-pro lainnya.

 

3. Nikon D5300 – Best General Purpose DSLR

Nikon D5300 - Kamera DSLR terbaik bagi pemula 

Dari sedikit kamera yang memanjakan para fotografer pemula, munculah nama Nikon D5300. Nikon sebagaimana diketahui, merupakan salah satu produsen kamera yang cerdas. Nikon selalu memperhatikan keinginan pasar dan kebutuhan para fotografer. Terutama bagi fotografer yang baru saja menekuni bidang fotografi.

Kualitas GambarFitur dan PerformaDesain

Nikon D5300 merupakan seri lanjutan dari Nikon D5200 sebagai pendahulunya. Meski dinilai tidak memiliki perbedaan yang signifikan, D5300 dilengkapi dengan sensor sebesar 24.2 Mega-Pixel CMOS (14 bits), dan EXPEED-4 image processor. Sedangkan Nikon D5200 hanya dilengkapi dengan sensor sebesar 24.1 mega-pixel saja. Meski begitu keduanya dilengkapi dengan ukuran fisik sensor sebesar 23.5 x 15.6 mm CMOS.

Dengan prosesor yang terbilang canggih, kamera ini dapat melakukan pengambilan gambar secara berkelanjutan dengan cepat (high-speed continuous shooting) hingga 5 frame per-second.

Jumlah titik fokus yang terdapat pada Nikon D5300 ini berjumlah 39 points. Itu artinya, para fotografer yang menggunakan kamera ini dapat lebih leluasa mengidentifikasi bagian yang paling tepat untuk difokuskan ketika menggunakan mode otomatis. Terlebih, kamera ini dilengkapi dengan fitur 3D tracking AF.

Meski diperuntukkan bagi fotografer pemula, dengan harga yang relatif terjangkau bagi sebagian orang, Nikon D5300 dapat memberikan hasil gambar yang seolah diambil menggunakan kamera yang mahal. Karena, sensor 24 Mega-Pixel tanpa low pass filter dapat menjamin foto yang diambil akan terlihat lebih tajam dan detail.

Prosesor EXPEED-4 yang ditanam dalam Nikon D53000 mampu mengoptimalkan fungsi ISO. ISO yang terdapat pada kamera ini berada pada angka 100-12800 dengan noise minimal. Angka maksimal tersebut bahkan bisa diangkat lagi menjadi angka 25600. Meski begitu, penggunaan ISO yang terlampau tinggi akan berpengaruh pada hasil foto.

Gambar yang dihasilkan kamera ini memiliki resolusi yang tinggi. Yakni maksimal 6000 x 4000 Mega-Pixel dengan format JPEG dan RAW. Dengan begitu, para fotografer yang menggunakan kamera DSLR Nikon D5300 ini tidak perlu khawatir jika hendak melakukan perbesaran gambar.

Ukuran yang demikian besar, menjadikan gambar yang dihasilkan oleh kamera ini sangat tajam. Bahkan, menurut Simon Iddon—Senior Product Manager Nikon UK, performa white balance otomatis pada Nikon D5300 telah diperbaiki, sehingga pengolahan warna bagi foto yang dihasilkan akan lebih baik.

Kecanggihan lainnya dari Nikon D5300 ini terletak pada mode video. Biasanya, para videografer yang menggunakan DSLR akan dibingungkan dengan pemilihan kamera yang cocok untuk mengambil gambar. Namun kini, dengan Nikon D5300, para videografer tidak perlu bingung lagi. Nikon D5300 tidak hanya berbicara mengenai foto, melainkan juga video.

Perekaman video yang ada pada Nikon D5300 sudah ditingkatkan menjadi 60 fps pada resolusi 1080p. Dengan resolusi dan kecepatan pengambilan gambar yang demikian tinggi, pembuatan video menggunakan Nikon D5300 pastilah tidak mengecewakan.

Mengambil video menggunakan Nikon D5300 juga tidak perlu pusing memikirkan pengaturan fokus. Karena kamera ini dibuat dengan kelebihan pada auto-focus yang cepat dan halus. Jadi, para videografer tidak perlu lagi dibingungkan dengan menentukan fokus ketika merekam gambar. Untuk kualitas suara pun tidak perlu diragukan lagi. Nikon D5300 dilengkapi dengan input stereo.

Selain itu, pada Nikon D5300 juga terdapat fitur andalan dibandingkan kamera dari merk lain di kelasnya, yaitu mampu mengirim sinyal uncompressed via HDMI, dan juga terdapat WiFi plus GPS terintegrasi. GPS memungkinkan fotografer untuk melakukan pemosisian global, dan berguna untuk peta, serta penandaan geografis maupun aplikasi navigasi. Sedangkan wifi berguna untuk mengirimkan foto kepada ponsel, atau menjadikan ponsel sebagai remote.

Kelebihan yang juga mencolok dari Nikon D5300 dibandingkan pendahulunya, Nikon D5200, yakni dalam hal daya tahan baterai. Tidak bisa dimungkiri, daya tahan baterai menjadi salah satu permasalahan bagi fotografer.  Baterai yang cepat habis tentunya sangat menganggu ketika melakukan pemotretan. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Nikon D5300.

Dibandingkan Nikon D5200, kamera ini memiliki daya tahan baterai yang lebih lama, yakni 700 jepretan. Berselisih 200 jepretan lebih banyak ketimbang Nikon D5200, yaitu hanya 500 jepretan. Jumlah tersebut tentu saja tidak dihitung dengan penggunaan wifi atau GPS, yang notabene akan menyedot daya lebih besar jika digunakan.

Untuk urusan desain dan ukuran fisik, Nikon memang jagoannya. Kamera-kamera yang diluncurkannya selalu memiliki desain yang ramping dan ringkas. Sehingga para fotografer tidak kesulitan dalam menggenggam kamera maupun membawanya. Begitu pula halnya dengan Nikon D5300.

Ukuran fisiknya lebih kecil dibandingkan Nikon D5200, yaitu 98 x 125 x 76 mm dengan berat 480 g. Meski begitu, ukuran LCD yang digunakan oleh Nikon D5300 lebih besar ketimbang Nikon D5200, yaitu 32 inch dengan 1.04 juta dots. Dengan ukuran layar yang lebih besar, para pengguna Nikon D5300 dimudahkan dalam melakukan preview gambar. Dalam proses perekaman video pun, ukuran layar menjadi faktor yang cukup penting. Terlebih, Nikon D5300 memiliki LCD yang dapat diputar/dlipat. Hal ini menjadikan pengambilan foto atau video dalam jangkauan yang sulit, bisa lebih mudah.

Selain ukuran fisik dan besaran LCD, tombol-tombol dan fitur yang terdapat pada kamera Nikon D5300 tidak jauh berbeda dari para pendahulunya; tombol navigasi, delete, continous burst, live view, Play, Menu, Zoom in dan Zoom out, Bracketing serta dial serba guna bagi pengaturan Shutter Speed serta  Aperture. Begitu pula dengan lampu flash internal yang memungkinkan para penggunanya untuk menggunakan cahaya tambahan ketika memotret di ruangan minim cahaya.

Kamera Nikon D5300 dibuat dengan bahan Carbon Fiber dan plastik dengan struktur monocoque. Hal ini menjadikan Nikon D5300 dinilai sangat ringan namun kokoh. Selain itu, terdapat pilhan warna silver bagi kamera Nikon D5300.

Kekurangan kamera Nikon D5300 adalah belum diterapkannya fitur touch screen pada layar LCD. Hal tersebut sangat disayangkan oleh para penggunanya, mengingat ukuran layar LCD yang cukup besar serta teknologi tersebut telah diterapkan oleh kamera lain pada kelas yang sama.

Pros
  • Ukuran layar LCD yang cukup besar dan dapat diputar/dilipat
  • Fitur lengkap dan harga murah untuk kelas entry-level
  • Sudah dilengkapi Wi-Fi plus GPS terintegrasi
Cons
  • Belum ada fitur touch screen pada layar LCD

Nikon D5300 tetaplah dinilai sebagai kamera DSLR yang lengkap bagi para fotografer pemula. Rentetan kecanggihan yang dimilikinya menjadikan para fotografer pemula dapat merasakan sensasi kamera profesional dengan harga yang terbilang murah.

Bersama Nikon D5300, tidak ada lagi istilah “kamera tanggung”, karena kamera ini cukup lengkap untuk kelas entry-level.

 

4. Nikon D5500 – Best Compact DSLR

Nikon D5500 - Kamera DSLR terbaik bagi pemulaNikon D5500 - Kamera DSLR terbaik bagi pemula

Nikon sudah sangat kenyang pengalaman dalam urusan fotografi dan kamera. Kamera-kamera besutannya dinilai sangat mengerti kebutuhan fotografer. Tidak hanya bagi para fotografer profesional, namun juga bagi fotografer pemula. Berdasarkan pembagian tersebut, kamera-kamera buatan Nikon juga dikategorisasikan berdasarkan kebutuhan konsumennya.

Meski begitu, masih banyak fotografer pemula yang kebingungan dalam menentukan kamera untuk menunjang kebutuhannya. Pasalnya, kamera-kamera dengan kategori entry-level dinilai “tanggung”, jika suatu hari mereka ingin mempunyai kamera dengan kategori semi-pro atau profesional.

Nikon melihat keresahan itu. Mereka menciptakan sebuah kamera DSLR kategori entry-level yang sekaligus dapat dimasukkan ke dalam kategori semi-pro. Adalah Nikon D5500. Kamera ini pertama kali dimunculkan oleh Nikon pada Januari 2015 silam. Jadi, belum bisa dikatakan ketinggalan zaman.

Kualitas GambarFitur dan PerformaDesain

Meskipun pada dasarnya Nikon D5500 dirancang untuk fotografer pemula, namun fitur dan teknologinya dianggap hampir setara dengan kamera-kamera semi-pro. Dari segi mesin sensor saja, Nikon D5500 sudah terbilang canggih di kelasnya. Nikon D5500 menggunakan sensor DX-format CMOS dengan resolusi 24.2 Mega-Pixel dan engine EXPEED-4. Dengan mesin sensor yang demikian canggih, Nikon D5500 mampu melakukan continuous shooting sebanyak 5 fps.

Dengan sensornya tersebut, Nikon D5500 tidak dilengkapi dengan low pass filter optic atau filter anti-aliasing. Hal tersebut menandakan, Nikon D5500 masih mewarisi teknologi dari pendahulunya, yaitu Nikon D5300. Dampak dari dihilangkannya low pass filter adalah semakin tajamnya foto yang dihasilkan oleh Nikon D5500. Selain itu, sensor tersebut mampu mengenali 39 titik auto-focus.

Kualitas gambar yang dihasilkan oleh Nikon D5500 ini terbilang sangat baik untuk kelas APS-C. Terlebih jika menggunakan foto kualitas RAW 14 bit. Begitu pula dengan ISO dari Nikon D5500 yang terbilang “ramah” terhadap noise. Besaran untuk ISO kamera DSLR ini berada pada angka 100 hingga 25600. Kualitas gambar masih akan terjaga kendati ISO diset hingga angka 1600. Jadi, para fotografer yang menggunakan Nikon D5500 tidak perlu kebingungan jika harus memotret di tempat yang minim oleh cahaya.

Ukuran resolusi foto yang dihasilkan oleh Nikon D5500 masih terbilang standar yaitu 6000 x 4000 Mega-Pixel. Itu artinya foto masih dapat dilakukan pembesaran beberapa kali. 

Hal yang tidak kalah menarik dari kamera DSLR Nikon D5500 ini terletak pada fitur video. Meskipun fitur video bukanlah fitur utama dalam sebuah kamera DSLR, termasuk Nikon D5500, namun fungsi pengambilan video pada kamera ini patut diperhitungkan.

Nikon D5500 mampu menangkap video dengan kualitas full HD 1080p pada kecepatan frame yang tinggi, yaitu 60 fps. Hal tersebut tentunya sangat membantu para videografer dalam mengambil gambar dengan kecepatan tinggi atau membuat video dalam gerakan lambat. Hal tersebut menjadikan kamera Nikon D5500 banyak digunakan oleh para videografer utnuk membuat video dengan kualitas baik sekaligus artistik.

Proses pengambilan video, juga foto, menggunakan kamera Nikon D5500 ini akan terasa lebih mudah dengan adanya fitur LCD yang dapat dilipat. Pengambilan gambar menggunakan Nikon D5500 akan lebih leluasa dengan adanya fitur ini.

Dengan layar LCD yang bisa dibuka dan diputar, para fotografer akan tetap dimudahkan untuk mengatur komposisi sekalipun berada dalam posisi yang sulit, sekaligus sudut yang menarik. Layar ini pula memiliki 1.04 juta dots yang memudahkan untuk menatap layar kendati kondisi terang sekali pun.

Nikon D5500 mempunyai fitur andalan berupa LCD touch screen. Ukuran layar LCD kamera ini sebesar 3.2 inch, masih sama dengan pendahulunya, yaitu Nikon D5300. Hanya saja, perubahan signifikan dilakukan oleh Nikon dengan menanamkan fitur layar sentuh. Dengan adanya fitur layar sentuh, fotografer akan lebih mudah melakukan setting kamera ataupun melakukan preview foto. Kemampuan layar sentuh ini diklaim sebagai yang pertama bagi kamera entry-level.

Fitur lainnya yang melengkapi Nikon D5500 adalah dengan ditanamkannya fitur wi-fi built in. Jadi, Anda tidak perlu repot-repot jika ingin segera membagikan foto atau data kepada gadget lainnya.

Meski demikian canggih, bukan berarti Nikon D5500 tanpa cela. Sejumlah kekurangan dari kamera ini banyak dirasakan oleh para fotografer. Salah satunya adalah tidak adanya tombol ISO khusus. Sehingga untuk mengubah ISO perlu masuk ke menu/menekan tombol “i”, atau mengkustomisasikan salah satu tombol untuk menjadi tombol ISO. Hal tersebut dirasa tidak praktis, mengingat dalam mengambil foto, kecepatan adalah salah satu komponen penting sehingga tidak melewatkan momen yang sedang berlangsung.

Selain itu, kelemahan utama pada Nikon D5500 adalah pada fitur-fitur mode live view. Di sana tidak ada hybrid AF yang menjadikan kamera ini sedikit lambat, meskipun fitur touch screen dapat sedikit membantu dalam pengelolaan setting. Seharusnya, kemudahan pada fitur layar lipat ini didukung dengan fitur-fitur yang mumpuni, seperti simulasi eksposur dan indikator virtual horizon.

Dalam persoalan kualitas gambar pun agaknya Nikon D5500 masih perlu dibenahi, karena pada kamera ini tidak dilengkapi dengan pilihan kelvin white balance. Padahal hal tersebut dinilai sangat berpengaruh pada hasil foto, terlebih video.

Nikon D5500 memiliki ukuran yang relatif kecil, yaitu, 124 x 97 x 70 mm. Ukuran dan desain bodi Nikon D5500 terbilang ringkas dan sangat nyaman untuk dipegang. Desain bodi dari Nikon D5500 mengedepankan durabilitasnya tanpa membuat kamera ini terasa lebih berat, yaitu sekira 420 g.

Selain ringkas, daya tahan baterai Nikon D5500 sangatlah kuat. Kamera ini mampu menjepret sekira 800 foto dalam sekali pengisian daya. Tidak salah jika kamera ini menjadi pilihan untuk dibawa traveling atau pun liburan.

Meski dinilai tidak jauh berbeda dari pendahulunya, Nikon D5300, Nikon D5500 masih dapat disebut sebagai kamera bagi pemula yang berbeda tipis dengan kamera semi-pro. Kualitas foto yang sangat baik, fitur layar lipat dan touch screen, serta ukurannya yang ringkas adalah kemampuan yang sangat diunggulkan oleh Nikon D5500 ini.

Pros
  • Kualitas foto yang sangat baik
  • LCD lipat dan touch screen
  • Ukuran yang relatif kecil dan ringkas
  • Video kualitas full HD 1080p dengan kecepatan 60 fps
  • Dilengkapi Wi-Fi
Cons
  • Tidak terdapat tombol ISO khusus
  • Tidak terdapat hybrid AF yang menjadikan kamera ini sedikit lambat
  • Tidak dilengkapi dengan pilihan kelvin white balance

Melalui Nikon D5500, Nikon berhasil membuktikan bahwa tetap mengedepankan kualitas gambar yang baik, kendati ukuran kamera dibuat lebih kecil untuk kelas DSLR. Tidak heran jika Nikon D5500 ini dikatakan sangat layak bersaing dengan DSLR sekelas Nikon D7100 atau D7200.

Bersama Nikon D5500, para fotografer pemula tidak perlu lagi dipusingkan dalam hal memilih kamera yang layak untuk beralih ke kelas semi-pro.

 

5. Canon EOS Rebel T6i/750D – Best Value in a Current Model

Canon EOS 750D - Kamera DSLR terbaik bagi pemula    Canon EOS 750D - Kamera DSLR terbaik bagi pemula

Rupanya Canon tidak ingin ketinggalan terlalu jauh dari seterunya, Nikon. Setelah Nikon mengeluarkan banyak seri kamera DSLR untuk para pemula, Canon pun mengeluarkan banyak seri di kelas yang serupa. Pada dasarnya kamera DSLR ingin ditujukan bagi semua kalangan, termasuk kelas profesional dan pemuka atau entry-level. Canon sendiri menyadari hal tersebut.

Kamera-kamera kelas entry-level dengan seri tiga atau empat digit digalakkan oleh Canon. Meski berupaya memenuhi kebutuhan para fotografer pemula, Canon tidak ingin menyampingkan kecanggihan teknologi dan fitur yang ditawarkan. Canon berupaya untuk membuat kamera secanggih mungkin meskipun diperuntukkan bagi para fotografer pemula.

Salah satu kamera yang diperuntukkan bagi para fotografer pemula dengan kecanggihan yang mumpuni adalah Canon 750D (Rebel T6i). Canon 750D dirilis secara resmi pada bulan April 2015 silam. Di US, kamera ini diberi label Rebel T6i, sedangkan di negara lain, ia disebut Canon 750D.

Kualitas GambarFitur dan PerformaDesain

Kamera yang mengusung banyak kecanggihan ini merupakan seri lanjutan dari Canon 700D (Rebel T5i) yang sebelumnya juga laris manis di pasaran. Sebagai seri lanjutan, Canon 750D kini menggunakan fitur utama sebagai sensornya, yaitu sensor APS-C CMOS 24 Mega-Pixel baru yang memiliki sistem Hybrid CMOS AF III untuk melacak objek bergerak dalam mode live view dan perekaman video.

Canon menjelaskan, penggunaan Hybrid CMOS III dimaksudkan agar Canon 750D memiliki kinerja yang sedikit banyak sama dengan yang dihasilkan oleh Dual Pixel AF, yaitu seperti yang sudah dimiliki oleh Canon EOS 70D dan Canon EOS 70D Mark II.

Selain itu, sensor yang digunakan oleh Canon 750D memiliki ukuran sebesar 22.3 x 14.9mm. Itu artinya, Canon 750D mengalami peningkatan yang sangat signifikan ketimbang seniornya, Canon 700D yang hanya mengusung sensor 18 Mega-Pixel CMOS saja—kendati ukuran sensornya sama.

Canon 750D juga sudah menggunakan fase deteksi 19-points AutoFocus. Teknologi serupa juga sudah diterapkan pada kamera yang lebih canggih, yaitu Canon EOS 70D. Hal ini menandakan bahwa Canon 750D sudah beberapa tingkat di atas Canon 700D yang hanya mengusung 9-points AutoFocus.

Selain itu, kamera Canon 750D telah dilengkapi dengan fitur 7560 pixel RGB + IR metering sensor baru. Hal ini berfungsi untuk metering yang lebih presisi dan tidak terdapat pada kamera Canon 700D.

Berkat kecanggihan sensor yang ditanam di dalam tubuhnya, Canon 750D mampu melakukan burst shooting sebanyak 5fps dengan hasil 8 RAW dan 940 JPEG foto. Sangat berbeda dengan Canon 700D yang hanya mampu melakukan 5fps burst shooting dengan hasil 6 RAW dan 22 JPEG saja.

Baru berbicara mengenai sensor saja, terlihat bahwa Canon memang serius dalam melakukan pengembangan terhadap kamera berlabel tiga digit ini. Dari segi kualitas gambar, Canon 750D tidak perlu diragukan lagi. Sensor yang ditanamkan pada tubuhnya didukung oleh kekuatan prosesor DIGIC 6, dan menawarkan rentang ISO dari 100-12800. Angka maksimal tersebut masih bisa di-upgrade hingga angka 25600.

Kelebihan Canon 750D adalah ramah terhadap noise. Kendati menggunakan angka ISO sebesar 1600, hasil foto Canon 750D tidak terlalu memunculkan banyak noise. Meski begitu, keunggulan kamera Canon 750D adalah pada cahaya yang terang, karena foto yang dihasilkan akan lebih jelas dan warna yang lebih tegas.

Peningkatan yang juga signifikan dari Canon 750D adalah dengan diadakannya fitur wi-fi built in dengan NFC. Hal ini sangat membantu, karena para fotografer tidak perlu repot membongkar memory card untuk memindahkan data ke perangkat digital lainnya. Fitur wi-fi ini juga dapat memungkinkan para fotografer untuk menjadikan ponselnya sebagai remote.

Selain itu, peningkatan lain yang dilakukan Canon 750D adalah fitur pendeteksi flicker. Fitur ini dapat meminimalisasi flicker yang terjadi ketika pengambilan gambar. Pendeteksi flicker ini muncul pertama kali pada kamera Canon EOS 7D Mark II, bahkan digunakan pada kamera kelas full-frame seperti Canon EOS 5D.

Untuk mode pengambilan video, Canon 750D tidak kalah canggih dari kamera sekelas semi-pro. Canon 750D dapat merekam video pada 1080/30p. Itu artinya, kualitas video yang dihasilkan oleh kamera ini tidak jauh berbeda dengan kamera-kamera semi-pro besutan Canon lainnya. Output video yang dihasilkan oleh kamera Canon 750D ini adalah MPEG-4, H.264.

Kelebihan Canon 750D lainnya terletak pada LCD. Layar LCD Canon 750D yang berukuran 3 inch ini dapat dibuka dan diputar sepenuhnya. Hal tersebut sangat membantu fotografer dalam mengambil gambar dari sudut yang sulit sekalipun.

Selain itu, LCD tersebut sudah dapat digunakan dalam mode touch screen fully articulated. Kemudahan yang ditawarkan oleh LCD layar sentuh ini adalah memungkinkan para fotografer untuk mengoperasikan setting dengan cepat dan preview gambar menjadi lebih mudah. Selain itu, LCD ini memiliki 1.04 juta dots yang membuat layar tetap cerah meskipun ditatap dalam kondisi cahaya berlebihan. 

Berbicara soal kamera DSLR, jangan lupakan juga soal desain dan bobot kamera. Karena diperuntukkan bagi para fotografer pemula, Canon 750D ini memiliki ukuran yang cenderung kecil namun kokoh. Ukuran fisiknya sekitar 131.9 x 100.7 x 77.8 mm, lebih kecil beberapa millimeter dibandingkan Canon 700D. Sedangkan untuk beratnya, kamera ini berbobot 555g termasuk baterai.

Jika berbicara tampilan bodi, kamera Canon 750D tidak jauh berbeda dengan Canon 700D. Hanya saja, pada bagian atas, jika dilihat secara teliti maka akan terlihat perbedaannya. Kamera Canon 750D menggunakan bahan alumunium dan polycarbonate chasiss serta shell composite. Memang dengan bahan demikian, Canon 750D tidak sekokoh Canon EOS 70D, namun bahan-bahan tersebut cukup kokoh untuk kamera kelas pemula.

Dengan ukuran fisik yang terbilang mungil dan bobot yang tidak terlampau berat, Canon 750D sangat cocok jika dibawa-bawa ketika berkegiatan di luar ruang. Selain itu, daya tahan baterai Canon 750D terbilang kuat. Baterai yang digunakan adalah jenis LP-E17 lithium-ion yang sangat tahan lama. Kamera ini mampu menembak sebanyak 440 foto dalam sekali pengisian daya. Jadi para fotografer tidak perlu terlalu mengkhawatirkan kehabisan daya ketika melakukan pemotretan.

Selain terdapat lampu flash internal, kamera ini juga dilengkapi dengan lampu AF-assist dan mikrofon stereo. Sehingga suara yang dihasilkan oleh video Canon 750D akan terdengar sangat jernih. Untuk lensa,  kamera Canon 750D memiliki lensa kit berukuran EF-S 18-55 IS. Ukuran lensa tersebut merupakan lensa standar bagi kamera-kamera di kelas entry-level.

Pros
  • Keunggulan kamera Canon 750D adalah pada cahaya yang terang, karena foto yang dihasilkan lebih jelas dan warna yang lebih tegas
  • Wi-Fi built in dengan NFC
  • LCD berukuran 3 inch yang dapat dibuka dan diputar sepenuhnya
  • Fitur LCD touch screen fully articulated
Cons
  • Kamera ini masih kekurangan opsi fitur populer seperti time-lapse, multiple exposure, intervalometer dan kemampuan untuk menyimpan pengaturan kustom atau remap kontrol (kecuali untuk tombol SET)

Canon 750D merupakan solusi yang sangat tepat bagi para fotografer pemula yang menginginkan kamera dengan teknologi dan fitur setara kamera semi-pro. Meskipun masih terdapat kekurangan dalam berbagai hal jika dibandingkan dengan kamera semi-pro, Canon 750D masih dapat dikatakan unggul dalam kelasnya, yaitu kamera DSLR kelas pemula.

Kesimpulan Kami

Mengingat bagaimana pasar kamera DSLR cukup jenuh, menemukan kamera DSLR yang sempurna bukanlah tugas yang mudah. Saat itulah Anda membutuhkan daftar seperti ini agar mudah dalam memilih. Daftar kamera DSLR terbaik bagi pemula ini kami susun dengan hati-hati dan memperhatikan berbagai hal seperti kebutuhan konsumen dan berapa banyak yang akan mereka keluarkan untuk membeli sebuah kamera DSLR.

Kami harap daftar ini membantu Anda memilih kamera DSLR terbaik sesuai dengan anggaran Anda. Perlu diingat bahwa tidak ada kamera yang “sempurna”, itu sebabnya setiap kamera dibuat untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang berbeda. Kami telah mengulas kamera DSLR yang kami anggap sesuai dengan anggaran Anda yang baru berkecimpung di dunia fotografi. Jika menurut Anda daftar kami kurang sesuai atau Anda memiliki saran masukan, beri tahu kami.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *